Ketika Semut Sunda Membuntuti Peserta Aksi Bela Ulama di Kota Sukabumi

Jumat 20 Jan 2017, 12:09 WIB
Ketika Semut Sunda Membuntuti Peserta Aksi Bela Ulama di Kota Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Ada sekelompok orang yang nyaris luput dari perhatian dalam aksi bela ulama, yang dilakukan ratusan umat Islam dari berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Sukabumi, di Lapang Merdeka, Kota Sukabumi, Jumat (20/1) siang.

Sejumlah pria berpakaian tradisional Sunda, lengkap dengan iket kepala membuntuti masa yang bergerak dari Masjid Agung menuju Lapang Merdeka, tempat massa aksi berkumpul dan berorasi.

Mereka yang membuntuti massa aksi tersebut berasal dari Komunitas Iket Sunda (KIS) area Sukabumi. Ada sekitar sepuluh anggota KIS yang turut serta melakukan aksi bersih-bersih layaknya semut yang mematuk makanan yang terserak, memunguti sampah yang dibuang peserta aksi.

BACAJUGA:

Gerakan Moral FPI di Sukabumi Jangan Ditunggangi Kepentingan Politik

Ini Tuntutan Aksi Bela Ulama di Kota Sukabumi

Ada Aksi Bela Ulama di Kota Sukabumi, Hindari Jalur-jalur Ini

Menurut Arifin Zaenal Mutaqqin atau yang akrab disapa Kang Endeng, keterlibatan mereka dalam aksi bela ulama, untuk membuktikan kebersamaan dan tetap solid menjaga kondusivitas Kota Sukabumi. "Peristiwa yang terjadi di Bandung hanyalah upaya adu domba pihak tertentu," ujarnya kepada sukabumiupdate.com.

Lebih jauh Endeng mengatakan, sebagai orang Sunda, dirinya tidak merasa terwakili oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) mana pun. "Kita hadir hari ini untuk membuktikan jika kami dari komunitas budaya Sunda, baik-baik saja dengan ormas Islam atau masyarakat lainnya."

Dalam aksi siang tadi, KIS berhasil mengumpulkan sampah sebamyak lima karung lebih, didominasi oleh sampah kemasan air mineral yang dibuang para peserta aksi.

Editor :
Berita Terkini