Kota Sukabumi Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana, Ini Kecamatan Paling Rawan

Kamis 19 Jan 2017, 23:15 WIB
Kota Sukabumi Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana, Ini Kecamatan Paling Rawan

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memperpanjang kembali status siaga darurat bencana tanah longsor dan banjir. Penetapan itu tak terlepas prediksi masih tingginya intensitas curah hujan hingga beberapa bulan ke depan.

"Akan diberlakukan selama Januari hingga Mei," terang Kepala Unsur Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Asep Suhendrawan kepada sukabumiupdate.com, Kamis (19/1).

Melihat kondisi cuaca saat ini, potensi kebencanaan diprediksi masih didominasi tanah longsor dan banjir. Sejak ditetapkannya status siaga darurat bencana tanah longsor dan banjir beberapa waktu lalu, sebut Asep, BPBD terus siap-siaga menghadapi berbagai potensi kebencanaan.

BACA JUGA:

Kerugian Bencana Alam di Kota Sukabumi Rp8,1 Miliar

Kota Sukabumi Juga Perpanjang Status Siaga Bencana

Sekolah di Kota Sukabumi Disiapkan Hadapi Bencana

"Tupoksi (tugas pokok dan fungsi-red) kita tetap mengacu pada Undang-Undang Nomor 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana," terangnya.

Dengan ditetapkannya kembali status siaga darurat tanah longsor dan banjir, tutur Asep, maka secara penanganan bisa lebih terintegrasi. Termasuk dari penggunaan sisi anggaran bisa lebih efektif dan efisien.

"SK (surat keputusan-red) penetapan status kebencanaan itu merupakan payung hukum untuk lebih memperkuat tugas kita di lapangan. Sehingga tujuan untuk meminimalkan korban jiwa bisa terwujud.

Selama 2016, jumlah bencana di Kota Sukabumi tercatat sebanyak 187 kejadian dengan nilai kerugian mencapai Rp9.359.000.000. Bencana paling banyak terjadi pada April. Jumlahnya mencapai 50 kejadian. "Bencana pada 2016 melonjak dibandingkan 2015. Jumlahnya 133 kejadian," ungkap dia.

Ditambahkan Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Zulkarnain Barhami, selama 2016 bencana paling banyak terjadi di Kecamatan Citamiang. Jumlahnya mencapai 44 kejadian. "Kalau jenis bencana yang paling banyak terjadi selama 2016 itu tanah longsor mencapai 64 kejadian," tegas Zulkarnain.

Editor :
Berita Terkini