SUKABUMIUPDATE.com - Di tengah masyarakat yang mulai terpecah dan terkotak-kotak akibat perbedaan sikap dan pandangan, ada baiknya kita mulai mengenali kembali budaya sesungguhnya yang dimiliki warga Kota Sukabumi. Hal tersebut disampaikan Firman Nurmansyah.
Pria yang lahir 40 tahun lalu itu melanjutkan, Warga Kota Sukabumi sebenarnya cenderung tidak peduli dengan kondisi di luar daerah. "Artinya masyarakat Sukabumi tidak gampang terpancing isu, apalagi yang mengarah kepada konflik antar warga masyarakat. Sukabumi ini kota kecil, sehingga dengan mudah saling mengenal satu dengan lainnya."
Kepada sukabumiupdate.com, pria yang kini banyak aktif di ranah budaya Sunda ini berharap, sesama warga Sukabumi bisa menyelesaikan setiap persoalan dan perbedaan dengan melakukan komunikasi.
BACA JUGA:
Ikuti Rapat MUI, Achmad Fahmi Berharap Kota Sukabumi Damai dan Kondusif
Gratis, Taman Cikondang Wadah Komunitas di Kota Sukabumi
Pelukis Berharap Lahan Eks Terminal Kota Sukabumi Jadi Taman Seni Budaya
"Budaya tolong menolong dan saling membantu sudah terbangun sejak awal Kota Sukabumi dibangun, Warga berbeda suku dan agama tinggal berdampingan dan hidup rukun. Hal tersebut masih berlangsung hingga saat ini," imbuhnya, Rabu (18/1).
Firman menunjuk bukti fisik jika kota kelahirannya ini dibangun di atas toleransi yang tinggi antar umat beragama, yakni banyak berdirinya tempat ibadah berbeda agama secara berdekatan. "Sejak dulu, sudah tidak aneh jika ada warga Muslim bersekolah di sekolah Katholik."
Lebih jauh, Firman menjelaskan, jika secara historis Kota Sukabumi membentuk karakter manusia yang lembut dan ramah, karena pada awalnya kota ini dibangun sebagai kota peristirahatan yang sejuk dan damai.
"Jadi secara kultur, seharusnya warganya bukanlah tipikal manusia yang mudah marah atau terpancing emosinya, ketika menyikapi berbagai perbedaan," pungkas Firman.
