Takut Kena Tarif Baru, Warga Kota Sukabumi Buru Mobil Samsat Keliling

Kamis 05 Jan 2017, 10:51 WIB
Takut Kena Tarif Baru, Warga Kota Sukabumi Buru Mobil Samsat Keliling

SUKABUMIUPDATE.com - Sehari jelang penerapan tarif baru pengurusan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor), warga Kota Sukabumi buru mobil Samsat keliling. Warga wajib pajak ini enggan mengurus surat-surat kendaraan bermotor dengan tarif baru mulai 6 Januari 2016, karena dinilai terlalu mahal.

Mobil Samsat keliling yang sedang berada di Jalan R Syamsudin,S.H, Kota Sukabumi langsung diburu oleh wajib pajak. Mereka berebutan ingin mengurus pergantian STNK, dan BPKB, minimal mendaftarkan pengurusan pada hari ini, Kamis (5/1) agar tetap menggunakan tarif lama.

“Saya pas lewat liat ada mobil Samsat keliling, ingat besok tarif baru yang naik tiga kali lipat itu. Paksain aja mengurus sekarang,” ujar warga Cikujang, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Ana Supriatna (32).

Warga berharap ada revisi kembali atas rencana kenaikan biaya administrasi pengurusan STNK dan BPKB kendaraan bermotor. “Kemahalan lah, kita mengerti untuk membiaya pembangunan dan peningkatan pelayanan tapi jangan langsung naik berlipat-lipat kayak gini. Kita jadi susah,” ucap Dede Yanto (45), warga Kelurahan Nyompong/Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Dede yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojeg ini mengaku berat jika harus membayar dengan tariff baru. “Beban hidup ini sudah tinggi, listrik mau naik, bensin juga katanya mau naik. Jangan segala naik lah. Kita yang pas-pasan ini susah,” pungkas Dede.

Editor :
Berita Terkini