SUKABUMIUPDATE.com - Menyeruput kopi sudah sejak lama jadi bagian gaya hidup masyarakat di Kota Sukabumi. Bisnis kedai kopi pun bermunculan bak jamur di musim hujan.
Salah satu kedai kopi favorit milenial di Kota Sukabumi berada di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh. Namanya, Analog Koffiehuis.
Kami mulai menjalankan bisnis ini pada pertengahan 2015. Alhamdulillah sampai sekarang masih jalan, kata Agung Laksono, salah satu pemilik Analog Koffiehuis ditemui sukabumiupdate.com belum lama ini.
Ada beberapa hal yang jadi ciri khas kedai kopi ini. Salah satunya, alunan musik analog dari piringan hitam atau vinyl yang diputar dengan turntable. Ada pula koleksi kaset-kaset lagu jadul.
Para pengunjung diajak untuk menikmati sajian kopi dengan suasana yang santai. Ada wifi untuk membantu pengunjung berselancar di internet, juga terdapat koleksi buku yang bisa dibaca secara gratis.
Permainan tradisional seperti monopoli, kartu remi, ulartangga, halma, scrable yang bisa dipinjam. Konsep awalnya, kami ingin menjauhkan konsumen daei gadget, imbuh Agung.
Soal sajian kopi, tak usah diragukan lagi. Analog Koffiehuis punya menu minuman kopi arabika maupun robusta asli yang diolah mulai dari bentuk biji atau green bean.
Sebelum disajikan dalam cangkir, kopi di Analog Koffiehuis harus melalui serangkaian pengolahan. Mulai dari roasting (proses sangrai biji kopi, red), penggilingan (grinding, red), hingga diseduh dengan berbagai metode penyeduhan.
Setelah roasting, harus didiamkan selama seminggu sebelum digiling dan diseduh, imbuhnya.
Metode seduhnya bisa pake V60, aero press, syphone, drip, flat bottom, french press, tubruk, dan lainnya. Satu cup dibuat menggunakan 15 gram biji kopi, tambah Agung.
Selain bisnis, Analog Koffiehuis didirikan sebagai sarana edukasi tentang kopi. Agung mengaku kerap mendapati pandangan yang keliru dari masyarakat tentang kopi.
Misalnya banyak orang yang asam lambungnya naik setelah minum kopi. Kita kasih tau, biae ngopinya enggak pakai gula, turur Agung.
Untuk menjaga kualitas, Analog Koffiehuis membeli biji langsung dari petaninya. Jenis kopi yang bisa dinikmati di kedai kopi ini bermacam-macam. Ada kopi Kintamani dari Bali, ijen dari Jawa Timur, kopi gayo dari Aceh, dan tentunya kopi-kopi Jawa Barat seperti malabar, ciwidey, gunung halu, serta kopi Goalpara dari Sukabumi.
Dan ternyata kopi itu rasaknya bukan cuman pahit, lokasi penanaman berpengaruh juga terhadap rasanya. Makanya ada yang sedikit asam, ada yang seperti rasa buah, ada juga yang wanginya itu harum seperti bunga, imbuhnya.