DP3A Pantau Kondisi Anak Korban KDRT Penyiraman Air Keras di Nagrak Sukabumi
Angga dan Sarif menunjukkan tanda-tanda adaptasi yang baik.
Angga dan Sarif menunjukkan tanda-tanda adaptasi yang baik.
Administrasi selama perawatan dan operasi ditanggung Kementerian Sosial.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendampingan kepada keluarga korban penyiraman air keras.
Gagan sudah ditetapkan menjadi tersangka Tindak Pidana KDRT.
Polisi turut hadir sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga korban.
Situasi ini berpotensi mengubah proses hukum terhadap pelaku.
Korban penyiraman air keras yang sempat menemani ibunya, Dedeh, dan adiknya, Angga, dari mulai di RSUD Sekarwangi hingga dirujuk ke RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, kini harus turut menjalani operasi akibat infeksi pada kakinya.
DP3A Kabupaten Sukabumi terus meningkatkan upaya penanganan terhadap anak dan ibu korban kasus penyiraman air keras di Kecamatan Nagrak.
Dua korban penyiraman air keras, Dedeh dan Angga, akhirnya dirujuk ke RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung untuk mendapatkan penanganan intensif.
Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Brigjen Pol (Purn) Achmadi, mengunjungi korban tindak pidana penyiraman air keras di RSUD Sekarwangi, Sabtu, 4 Januari 2025.
Gagan (59 tahun), warga Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, kini harus berhadapan dengan hukum setelah melakukan aksi penyiraman air keras terhadap istri dan anak tirinya.
Kondisi korban siraman air keras di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, memerlukan perhatian serius. Keduanya direncanakan dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk menjalani operasi bedah plastik
Fakta-fakta baru terkait insiden penyiraman air keras yang dilakukan oleh GG (59 tahun) kepada Dedeh Kurniasih (46 tahun), di Kampung Dukuh Nara, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, diungkap warga setempat.
Jadi tersangka KDRT, Gagan pria asal Nagrak Sukabumi penyiram air keras kepada istri dan anak tirinya terancam 10 tahun bui.
Ada yang mengalami luka bakar hingga 45 persen, begini kondisi terbaru ibu dan anak korban penyiraman air keras oleh suami di Nagrak Sukabumi.
Termasuk pelaku sendiri, total ada 7 orang yang terluka karena insiden penyiraman air keras di Nagrak Sukabumi.
Tragedi memilukan menggegerkan Kampung Dukuh Nara, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (29/12 2024). Seorang pria berinisial GG (59 tahun) tega menyiram air keras ke istri sahnya