Papan Larangan Melintas di Dermaga Tegalbuleud Sukabumi, Buntut Nelayan Tewas dan Terjebak
Kasus meninggalnya tiga nelayan masih dalam proses penyelidikan polisi.
Kasus meninggalnya tiga nelayan masih dalam proses penyelidikan polisi.
Tim SAR gabungan resmi menutup operasi gabungan korban amukan laut Tegalbuleud Sukabumi di bekas dermaga pasir besi PT SBP.
Sejak tahun 2017, warga pesisir (nelayan) memanfaatkan sisah reruntuhan dermaga untuk membuat paratag atau pagan (bagan) penangkap ikan dan udang.
Ia adalah 20 orang yang dievakuasi melalui jalur laut ke pesisir Ujunggenteng Sukabumi, sementara sebagian besar survivor lainnya diangkut naik helikopter Basarnas dan TNI, pada Kamis siang kemarin, 17 Oktober 2024.
Gunakan dua helikopter, puluhan nelayan yang terjebak di bekas dermaga Tegalbuleud Sukabumi berhasil dievakuasi ke darat.
Dadang menyebut keluarga berharap seluruh nelayan dapat dievakuasi.
Sudah 24 jam lebih, 71 nelayan ini berada di bekas dermaga PT SBP.
Helikopter ini pada tahap awal mengirim logistik kepada para nelayan.
Sudah lebih dari 24 jam, 72 nelayan terjebak karena akses jembatan dermaga hancur diterjang gelombang pasang
Ketiga nelayan ini jatuh ke laut saat melintasi jembatan bambu dermaga pasir besi.
Tim SAR gabungan berencana mengevakuasi puluhan nelayan yang terjebak di Dermaga Tegalbuleud Sukabumi itu dengan helikopter.
Gelombang Tinggi, Tim SAR gabungan belum berhasil evakuasi 71 nelayan yang terjebak di dermaga pasir besi Tegalbuleud Sukabumi.
Keempatnya jatuh saat melintasi jembatan bambu di dermaga ini.