Sungai Meluap, Banjir Langganan Terjang Cidolog Sukabumi
Hujan deras dengan intensitas tinggi pada Jumat sore (22/11/2024), memicu aliran Sungai Cidolog meluap, mengakibatkan jalan ruas Cidolog-Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, terendam banjir.
Hujan deras dengan intensitas tinggi pada Jumat sore (22/11/2024), memicu aliran Sungai Cidolog meluap, mengakibatkan jalan ruas Cidolog-Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, terendam banjir.
Warga Cidolog Sukabumi geger babi hutan masuk sumur 7 meter. Bahu membahu evakuasi hingga membutuhkan waktu dua jam.
Berikut kesaksian warga terkait kasus pencurian di minimarket Cidolog Sukabumi. Kawanan maling menggondol rokok senilai Rp39 juta.
Dalam kegiatan Bimtek Distan tersebut, 150 bibit tanaman pala diberikan kepada para petani Cidolog Sukabumi peserta pelatihan.
Tanjakan Karang Cidolog Sukabumi kembali makan korban, kali ini mobil Pick Up jenis Suzuki Carry Tayo terguling di jalan Provinsi yang kondisinya ekstrem tersebut.
Polemik Penempatan guru P3K PAI di SDN Tegallega Cidolog Sukabumi akhirnya berakhir dengan cara dimusyawarahkan. Berikut hasil kesepakatannya.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman angkat bicara terkait SPH Eks HGU PT. Pasir Kantjana di Cidolog yang diprotes petani.
Distan Kabupaten Sukabumi berupaya untuk melestarikan tanaman vanili di Cidolog melalui kegiatan pendaftaran varietas unggulan lokal.
Berikut cerita mitos tentang Sidat Bersisik pemangsa bayi di Sungai Cidolog Sukabumi.
Potret memprihatinkan rumah reyot milik pasutri lansia di Cidolog Sukabumi. Mereka menunggu bantuan pemerintah.
Rumah warga Cidolog Sukabumi rusak pasca gempa M4,9 di Barat Daya Bayah Banten. Bermula dari retakan hingga akhirnya tembok jebol.
Ironi nasib Yayat Supriatna (63 tahun), guru honorer tertua di Sukabumi yang kini memasuki masa pensiun.
Panwascam Cidolog Sukabumi Gelar Rakor Pengawasan Masa Kampanye dan Distribusi Logistik Pemilu 2024.
Asep (31 tahun), selain dikenal sebagai pemburu madu hutan atau odeng, ia juga dikenal sebagai pawang ular. Kesukaannya terhadap berbagai jenis ular menjadikan Asep dikenal dengan panggilan Asep Oray
Belasan tahun keluar masuk hutan di Pajampangan Sukabumi jadi pemburu madu, Asep Oray menceritakan pengalamannya suka bertemu harimau.
Korban yang masih balita dimarahi ucapan kasar dan ditendang oleh terduga pelaku.
Bukan doa dan senyum bahagia, akibat perbuatannya sendiri, ER harus diborgol polisi tepat diulangtahunnya. Ironisnya justru karena ulahnya menyakiti anaknya sendiri.