Menguji Demokrasi di Tengah Arus Gangguan Informasi, Cek Fakta Dulu Baru Bicara!
Di tengah pesta demokrasi Indonesia -Pemilu dan Pilkada, masyarakat harus waspada dengan berbagai jenis gangguan informasi.
Di tengah pesta demokrasi Indonesia -Pemilu dan Pilkada, masyarakat harus waspada dengan berbagai jenis gangguan informasi.
Pasca hari pencoblosan 27 November Pilkada 2024, sejumlah paslon meng-klaim kemenangan sebelum pengumuman resmi KPU.
Gambar Infografis Hasil Exit Poll Pilkada Jakarta 2024 yang beredar di media sosial adalah tidak benar alias HOAKS.
Fenomena Survei dan Hoaks di Masa Pemilu Kian Merebak, Terapkan 5 Tips Cek Fakta Berikut Agar Tidak Terjebak Konten Keliru.
Live Fact-Checking Pilkada Serentak 2024, Kolaborasi Cek Fakta Terima 98 Laporan dengan 77 Diantaranya Diidentifikasi sebagai Hoaks.
Berdasarkan penelusuran Cek Fakta Debat Pilkada Kota Sukabumi 2024, klaim Fahmi bahwa ada lebih dari 500 pelaku ekonomi kreatif di Kota Sukabumi adalah BENAR.
IFCS 2024: Pada Maret 2024, hoaks yang ditemukan mencapai 394, April 328, Mei 412, dan Juni 296 kasus. Hal ini menandakan hoaks tetap ada walau pilpres telah selesai, apalagi Pemungutan suara Pilkada 27 November 2024 semakin dekat.
AMSI bersama anggota Koalisi Cek Fakta lain, AJI dan Mafindo, didukung oleh Google News Initiative Road to Indonesia Fact Checking Summit (IFCS) menggelar diskusi "Cara Memonetisasi Konten Cek Fakta"
AMSI Jabar Gelar Pelatihan Cek Fakta. Dengan literasi digital yang lebih baik dan pemahaman mendalam tentang modus operandi misinformasi, diharapkan jurnalis dapat lebih efektif dalam memerangi informasi palsu yang beredar di masyarakat.
Berdasarkan penelusuran Cek Fakta Debat Pilkada Kabupaten Sukabumi 2024, menyimpulkan pernyataan Asjap bahwa Sukabumi kaya potensi GURILAPS adalah BENAR.