Satu Keluarga Hilang Diterjang Tanah Longsor di Lengkong Sukabumi
Berikut kronologi hilangnya satu keluarga di Lengkong Sukabumi usai rumah mereka diterjang tanah longsor pada Kamis malam 6 Maret 2025.
Berikut kronologi hilangnya satu keluarga di Lengkong Sukabumi usai rumah mereka diterjang tanah longsor pada Kamis malam 6 Maret 2025.
Jasad ibu dan anak korban banjir bandang Palabuhanratu Sukabumi ditemukan tertimbun sampah dan material puing bangunan.
Longsor mengancam 31 keluarga dengan total 95 jiwa.
Uden memberikan sejumlah catatan soal banjir dan longsor yang berulang.
Penanganan bencana telah dilakukan oleh BPBD di berbagai lokasi.
BPBD mencatat terdapat 10 rumah yang mengalami kerusakan.
Hujan deras menyebabkan debit air sungai meningkat drastis.
Satu orang dilaporkan meninggal dunia di Kecamatan Simpenan.
Ruas jalan nasional Bagbagan-Kiaradua di kedua arahnya baik dari Palabuhanratu maupun dari Pajampangan, lumpuh akibat diterjang banjir dan longsor.
BPBD Kota Sukabumi mencatat tiga kali angin puting beliung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengungkapkan hingga saat ini sudah ada 312 unit huntara yang terbangun, dengan tambahan 50 unit lagi dalam proses pengerjaan di Kecamatan Kalibunder.
Komeng juga mengajak masyarakat untuk rutin mendonorkan darah guna membantu sesama.
Jenderal Agus datang untuk menyerahkan bantuan penanganan bencana untuk Sukabumi, baik kota maupun Kabupate
BPBD Kabupaten Sukabumi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kota Sukabumi mencatat 599 peristiwa bencana.
Relawan Sehati membangun rumah hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana longsor dan pergerakan tanah yang terjadi pada 4 Desember 2024 di Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi.
Pihak keluarga mengenali ciri ciri pakaian yang masih menempel di keranka tersebut. Ojang tertimbun longsoran di kebun yang berjarak kurang lebih 200 meter dari rumahnya.
Petugas turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.
Bencana alam di sebagian besar wilayah Kabupaten Sukabumi pada 14 Desember 2024 lalu masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah bagi pemerintah.
Sejumlah rumah rusak karena tertimpa pohon tumbang saat angin kencang melanda Kabupaten Sukabumi pada Kamis (30/1/2025) dinihari.