Angin Kencang Saat Upacara Hari Santri di Sukabumi, Tenda Ambruk Peserta Terluka

Angin Kencang Saat Upacara Hari Santri di Sukabumi, Tenda Ambruk Peserta Terluka

Tenda peserta upacara hari santri di Ciracap Sukabumi ambruk diterjang angin kencang (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, diwarnai insiden menegangkan Kamis (22/10/2026). Sebuah tenda peserta berwarna merah ambruk diterjang angin kencang di tengah riuhnya persiapan penampilan atraksi 1.000 rebana.

​Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.20 WIB, tak lama setelah apel utama Hari Santri selesai dilaksanakan. Hembusan angin kencang yang awalnya hanya menerbangkan debu di area lapangan, mendadak berhembus kembali jauh lebih kuat hingga membuat tenda peserta terbalik dan roboh.

​Kepala Desa Gunungbatu, Suhendar yang akrab disapa H. Empok, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa saat kejadian, cukup banyak peserta yang tengah berteduh dan berkumpul di dalam tenda.

Baca Juga: Putus Sekolah, Kisah Pilu Remaja Sukabumi yang Dipaksa Melayani 5 Pria Tiap Hari

​"Awalnya ada angin kencang yang menerbangkan debu. Tidak lama kemudian datang lagi angin yang cukup kencang sampai membuat tenda ambruk dengan posisi terbalik," ujar H. Empok saat memberikan keterangan kepada Sukabumiupdate.com.

Akibat tenda yang roboh secara mendadak, kepanikan sempat terjadi di antara para peserta. Keterkejutan di dalam tenda membuat tiga orang peserta terjatuh dan sempat tertimpa terpal tenda.

"Otomatis yang di dalam tertimpa tertutup terpal tenda yang terbalik sehingga panik. Kemungkinan di dalam tenda terjadi benturan, ada tiga orang peserta yang terjatuh, yaitu dua orang ibu-ibu dan satu anak perempuan. Mereka langsung dievakuasi menggunakan mobil ambulans Desa Mekarsari ke Pustu (Puskesmas Pembantu) terdekat," jelasnya.

Baca Juga: 613 Ribu Penumpang Berangkat dari Stasiun Sukabumi, Ini 7 Wisata Dekat Stasiun Jadi Daya Tarik

Empok memastikan korban tidak mengalami luka serius dalam insiden ini. Ketiga korban yang dievakuasi merupakan warga Desa Cikangkung (1 orang) dan warga Desa Ujunggenteng (2 orang).

​"Tidak ada yang terluka parah, kemungkinan hanya syok saja. Kondisi mereka saat ini sudah membaik," tambah H. Empok.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sesaat setelah kejadian, panitia penyelenggara bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ciracap bergerak cepat mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan pertama, menenangkan massa, serta mengamankan area sekitar.

Baca Juga: Ada Bus Tujuan Sukabumi dalam KMP Batumandi yang Terbakar dan Tenggelam di Merak

Setelah penanganan selesai, rangkaian kegiatan Hari Santri kembali berjalan.

Berita Terkini