SUKABUMIUPDATE.com - Tak perlu menunggu sakit untuk mengetahui kondisi tubuh. Momentum Hari Santri Nasional 2026 dimanfaatkan UPTD Puskesmas Parungkuda untuk mengajak masyarakat memeriksakan kesehatan secara gratis di Lapang Palagan Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Kamis (22/10/2026). Pemeriksaan ini sekaligus menjadi upaya mendeteksi risiko penyakit sejak dini, terutama tekanan darah tinggi dan diabetes.
Kepala UPTD Puskesmas Parungkuda, dr. Bagus Jatiswara, mengatakan pelayanan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan Puskesmas terhadap rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Parungkuda.
Pelayanan kesehatan gratis itu dipusatkan di sekitar area parkir Pos Ramil di kawasan Lapang Palagan. Masyarakat yang berkunjung ke lokasi kegiatan dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
"Alhamdulillah, hari ini tanggal 22 Oktober 2026, kita melaksanakan upacara Hari Santri Nasional. Kami juga dari Puskesmas mendukung semua kegiatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Parungkuda. Salah satu bentuk dukungan, kami menyelenggarakan pelayanan cek kesehatan gratis di Lapang Palagan ini," kata Bagus saat diwawancarai, Kamis (22/10/2026).
Ia menjelaskan, pemeriksaan yang diberikan meliputi tekanan darah, denyut nadi, frekuensi pernapasan, suhu tubuh, tinggi badan, berat badan, lingkar perut, serta pemeriksaan gula darah.
Menurutnya, pelayanan tersebut terbuka bagi masyarakat umum, baik warga Parungkuda maupun masyarakat dari wilayah sekitarnya. Para santri yang mengikuti kegiatan peringatan Hari Santri Nasional juga dapat memanfaatkan layanan tersebut.
"Sasarannya untuk umum, siapa pun boleh datang. Termasuk santri-santri juga, karena ini kan Hari Santri. Pengunjung terdiri dari santri dan masyarakat umum," ujarnya.
Bagus menjelaskan, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang bertujuan membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.
Skrining kesehatan ini terutama difokuskan pada deteksi dini penyakit tidak menular, khususnya hipertensi atau tekanan darah tinggi dan diabetes melalui pemeriksaan gula darah.
Melalui pemeriksaan tersebut, masyarakat yang merasa sehat pun dapat mengetahui apabila memiliki faktor risiko atau kondisi kesehatan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
"Kalau skrining kesehatan itu adalah upaya deteksi dini penyakit, utamanya penyakit tidak menular. Orang-orang yang merasa sehat kita periksa. Bila ditemukan faktor risiko atau ternyata sudah memiliki tekanan darah tinggi maupun gula darah tinggi tetapi belum menyadarinya, itu bisa terdeteksi di sini," jelasnya.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, petugas akan menyarankan peserta untuk mendatangi Puskesmas guna mendapatkan pemeriksaan lanjutan atau pengobatan sesuai kebutuhannya.
Menurut Bagus, deteksi dini penting dilakukan agar masyarakat mengetahui faktor risiko penyakit sebelum kondisinya berkembang menjadi lebih serius. Perubahan pola hidup juga menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit.
"Kalau masyarakat tahu memiliki faktor risiko sebelum sakit, itu sudah bisa dicegah, minimal dengan mengubah pola hidup. Misalnya, sudah memiliki risiko darah tinggi atau gula darah, berarti harus mengubah pola hidup menjadi lebih sehat," tuturnya. (adv)










