Balada Bilqis, Bayi yang Tiap Hari Terpaksa Ikut Ayah Narik Angkot

Sabtu 08 Februari 2020, 17:00 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Ketika kaum elite tengah tertidur pulas di kasur empuk, koruptor asyik menghitung uang negara yang berhasil dicuri, ada dua bocah yang harus ikut merasakan pahit getir hidup sebagai anak supir angkot.

Bilqis Khoirun Nisa, bayi berumur 3,5 bulan, beserta sang kakak Baqis Khoirun Najwa—yang duduk di kelasa 4 SD--terpaksa ikut marasan panas dinginnya perjalanan Kota Semarang, Jawa Tengah, bersama sang ayah, Nurul Mukminin.

Lelaki berusia 46 tahun itu sehari-hari bekerja sebagai supir angkutan kota jurusan Mangkang – Johar.

Terjepit kondisi perekonomian dan sang bunda Ariyani Dwi Styowani (32) yang meninggal dunia tiga bulan lalu, Nurul terpaksa membawa Bilqis dan Najwa saat bekerja.

Setiap hari, sejak pukul 06.00 – 23.00 WIB, Bilqis dan sang kakak selalu berada di mobil angkutan. Bilqis ditaruh di jok depan sebelah sang ayah.

"Sebenarnya tidak tega mengajak Bilqis dan Najwa. Namun mau bagaimana lagi, keadaan mendesak saya untuk melakukan hal tersebut. Daripada saya tinggal di rumah, lebih baik saya ajak ngompreng (ngangkut penumpang) karena bisa langsung saya pantau," kata Nurul saat ditemui Suara.com di rumahnya, Sabtu (8/2/2020).

Susu formula dan popok selalu ia siapkan sebelum berangkat kerja. Karena selalu berada di samping Bilqis, ia paham betul tanda-tanda buah hatinya itu akan buang air kecil atau air besar. 

Namun, ia mengaku sempat sesekali kerepotan karena saat sedang menyupir, tiba-tiba anaknya nangis kepanasan atau minta minum susu.

Kala buah hatinya menangis, Nurul menepikan angkot untuk membuat susu atau memeriksa popok. Menurutnya, kebanyakan penumpang sudah memahami kondisinya. Bahkan ada juga yang membantu untuk mengasuh Bilqis.

"Biasanya kalau menangis saya bilang ke penumpang 'maaf ada iklan' begitu. Kebanyakan penumpang sudah memahami kondisi saya. Penumpang malah banyak yang membantu.”

Ia menyadari banyak penumpang merasa kasihan, sehingga memberikan uang melebihi standar ongkos. Uang itu, ia simpan untuk dibelikan makanan  buah hati.

Bahkan, lanjutnya, banyak juga penumpang yang kaget ketika tiba-tiba ada suara bayi di dalam mobil. Setelah melihat buah hatinya, banyak yang menanyakan keberadaan sang ibu lantas iba.

"Banyak yang kaget juga, kok tiba-tiba ada suara bayi menangis di dalam mobil. Saat penumpang tanya di mana ibunya, saya cuma bilang ibunya sedang pulang.”

Perjuangan Nurul tidak sampai di situ. Ketika siang, ia harus bergegas menjemput anaknya yang pertama Baqis Khoirun Najwa di SD Pancasila Semarang. Aktivitas seperti itu, ia lakukan hampir setiap hari.

Setelah ia menjemput Najwa, putri tertuanya langsung diajak mengangkut penumpang bersama Bilqis. Kalau sudah ada Najwa, beban Nurul agak ringan. Sebab, anak pertamanya itu sudah terbiasa merawat Bilqis meski umurnya baru 7 tahun.

"Mau bagaimana lagi, saya sebenarnya tidak tega. Hidup anak-anak saya habis di angkutan dan terminal. Saya bersyukur  mereka bisa menerima dan tidak rewel.”

Hanya cukup untuk susu dan popok

Kisah pilu Bilqis sempat viral di media-media sosial. Selain terpaksa harus menghabiskan hari-harinya dalam angkot, Nurul mengakui dirinya kesulitan ekonomi.

Dari hasil kerja, Nurul hanya sanggup membelikan susu dan popok untuk Bilqis. Semetara untuk kebutuhan lain seperti pakaian, sandal, sepeda bayi hasil sumbangan tetangga.

"Bagaimana ya, pengahasilan sebagai sopir angkot setiap harinya hanya dapat Rp 70 ribu. Cuma cukup untuk membelikan susu dan pempers Bilqis," kata Nurul.

Sebelumnya, Ia sempat menitipkan Bilqis ke tetangganya. Namun, lama kelamaan Nurul merasa tak enak hati.

Sebab, dia mengakui tak bisa memberikan uang ataupun yang lain kepada tetangga pengasuh Bilqis.

"Tidak enak, saya tidak bisa memberi apa-apa kepada tetangga saya itu. Apalagi yang mengasuh dia sudah tua ya, akhirnya saya nekat membawa Bilqis pergi kerja meski umurnya baru 3,5 bulan."

Orang yang biasa mengasuh Bilqis, Sawi (60) kerap kali sedih ketika melihat Bilqis diajak ayahnya bekerja. Ia kerap kali menangis karena tidak tega Bilqis yang masih balita diajak berpanas-panasan.

"Bilqis itu sudah seperti cucu saya sendiri. Saya kerap menangis, kalau melihat dia diajak bekerja ayahnya. Biasanya saya ngemong dia  sambil jualan pecel," katanya.

Apalagi, lanjutnya, dulunya Bilqis lahir secara prematur. Kali pertama menggendong Bilqis, ukurannya hanya sebesar botol air mineral dan pernah mempunyai penyakit kekuningan.

Menurutnya, tidak hanya dia, tetanggaya juga kerap was-was ketika melihat Bilqis diajak bekerja ayahnya.

"Sudah seperti keluarga sendiri. Kasihan ayahnya, dia mempunyai dua anak yang masih kecil-kecil namun sudah menghadapi cobaan yang besar."

Sumber: Suara.com

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkini
Sukabumi Memilih25 Februari 2024, 19:28 WIB

Hasil Rekap Internal, Paoji Diprediksi Kembali Masuk Gedung Jajaway Sukabumi

Caleg DPRD Kabupaten Sukabumi dari PDIP nomor urut satu, Paoji Nurjaman diprediksi kembali melenggang ke Gedung Jajaway.
Caleg DPRD Kabupaten Sukabumi dari PDIP nomor urut satu, Paoji Nurjaman (tengah), saat berfoto dengan pendukungnya. (Sumber : Istimewa)
Food & Travel25 Februari 2024, 19:00 WIB

Tempat Melepas Stres 5 Danau di Sukabumi Untuk Papajar Jelang Ramadan

Berikut ini beberapa danau di Sukabumi yang cocok dijadikan tempat papajar menjelang datangnya bulan Ramadan
Ilustrasi - Berikut ini beberapa danau di Sukabumi yang cocok dijadikan tempat papajar menjelang datangnya bulan Ramadan | Foto: SU/Oksa Bachtiar Camsyah
Life25 Februari 2024, 18:00 WIB

Sholawat Al Qolbu Mutayyam, Bacaan dan Terjemahannya

Berikut ini bacaan Sholawat Al Qolbu Mutayyam yang menunjukan rasa cinta dan rindu kepada Nabi Muhammad SAW
Ilustrasi - Sholawat Al Qolbu Mutayyam, Bacaan dan Terjemahannya | Foto: bandung.go.id
Sukabumi Memilih25 Februari 2024, 17:51 WIB

Kian Tak Terbendung ke Senayan, Iman Adinugraha Sudah Raup Hampir 70 Ribu Suara

Caleg DPR RI dari Partai Demokrat Iman Adinugraha tak terbendung dan semakin dekat untuk lolos ke Senayan dari Dapil Sukabumi.
Ketua DPC Demokrat Kabupaten Sukabumi Iman Adinugraha saat menerima kunjungan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY di Cicurug. (Sumber : SU/Ibnu)
Jawa Barat25 Februari 2024, 17:05 WIB

Resmi Dilantik, DPC IKA Undip Bogor Siap Kolaborasi Bangun Daerah

Berikut daftar nama Pengurus DPC IKA UNDIP Bogor 2024-2029 yang baru dilantik Minggu (25/2/2024).
Pengurus DPC Bogor IKA Undip 2024-2029 bersama Wali Kota Bogor Bima Arya, Ketua Umum IKA Undip Abdul Kadir Karding, dan Ketua DPD IKA Undip Jabar Eko Prasetyo Utomo. (Sumber : Istimewa)
Sehat25 Februari 2024, 17:00 WIB

4 Jenis Gangguan Kepribadian dan Ciri Orang yang Mengalaminya

Berikut ini beberapa jenis gangguan kepribadian dan ciri-ciri orang yang mengalaminya
Ilustrasi - 4 Jenis Gangguan Kepribadian dan Ciri Orang yang Mengalaminya (Sumber : unsplash.com/@Pooja Roy)
Sukabumi25 Februari 2024, 16:41 WIB

Mayat Pria Ditemukan di Pantai Cibuaya Sukabumi, Diduga Korban Tenggelam

Mayat pria yang ditemukan tergeletak di pesisir Pantai Cibuaya Sukabumi itu menurut warga merupakan ODGJ.
Proses evakuasi mayat pria diduga ODGJ di Pantai Cibuaya Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Gadget25 Februari 2024, 16:00 WIB

Xiaomi 14 Hingga Meizu 21 Pro, 4 HP Baru Siap Ramaikan Pasar

Inilah deretan HP baru yang akan meramaikan pasar gadget minggu ini
Xiaomi 14 Hingga Meizu 21 Pro, 4 HP Baru Siap Ramaikan Pasar (Sumber : Istimewa)
Sukabumi25 Februari 2024, 15:11 WIB

Potret Adu Ketangkasan Domba Garut di Pajampangan Sukabumi

Ratusan ekor domba garut milik puluhan peternak di wilayah Pajampangan Sukabumi ikuti adu kontes ketangkasan.
Ratusan ekor domba garut milik puluhan peternak di wilayah Pajampangan Sukabumi ikuti adu kontes ketangkasan di lapang Puskeswan Surade, Minggu (25/2/2024). (Sumber : Istimewa)
Food & Travel25 Februari 2024, 15:00 WIB

4 Daya Tarik Telaga Remis Pasawahan Bisa Camping dan Mancing

Inilah daya tarik Telaga Remis Kuningan yang cocok dijadikan lokasi berlibur saat menikmati momen liburan akhir pekan
Inilah daya tarik Telaga Remis Kuningan yang cocok dijadikan lokasi berlibur saat menikmati momen liburan akhir pekan (Sumber : Istimewa)