TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
bankbjb

Bahas Kota Hiroshima 2, Warga Cireunghas Sukabumi akan Datangi Kemendikbud Ristek

Penulis
Kamis 10 Jun 2021, 20:18 WIB

photoLokasi tambang di kawasan Gunung Kekenceng -- dekat dengan kompleks Hiroshima 2 -- di Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Kamis, 8 April 2021. | Sukabumiupdate.com/Riza

Demikian pula dalam buku Siliwangi dari masa ke masa buku ke 1 yang dicetak oleh Kodam III Siliwangi terbitan tahun 1994 dan buku Sekitar Perang Kemerdekaan karya Jenderal Besar A.H Nasution menyatakan hal yang sama bahwa pusat pertahanan Divisi Siliwangi TKR Resimen III Sukabumi Batalyon III pimpinan Kapten Anwar menjadikan tempat-tempat tersebut di atas sebagai basis pertahanan TNI AD dari tahun 1945 sampai 1949.

Didorong dengan kepedulian dan niat untuk melestarikan sejarah, kami ingin berbagi peran dengan institusi yang bapak pimpin untuk menjadikan lokasi di maksud di atas agar dapat menjadi bagian dari Sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Terkait hal ini dimohon kiranya Bapak turut melindungi dan melestarikan tinggalan Arkeologi tersebut diatas. 

Sebagai pertimbangan, kami lampirkan data Yayasan, hasil penelitian Balai Arkeologi Jawa Barat, surat dari Kabintal Kodam III Siliwangi, surat rekomendasi dari Dinas BUDPORA Kabupaten Sukabumi dan berkas pendaftaran situs diatas kepada BPCB Serang Banten sebagai bahan untuk ditetapkan menjadi cagar budaya sesuai amanat UU RI nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya

"Masih panjang cerita dan sejarah perjuangan kemerdekaan RI terkait situs tersebut. Minggu depan kami disuruh ke pak Dirjen Kebudayaan Farid Hilmar di Kemendikbud Ristek untuk membahas apa yang kami sampaikan dalam surat tersebut," ungkap Tedi.

Saat ini situs sejarah peninggalan tentara Jepang sebelum kemerdekaan itu statusnya baru didaftarkan oleh Dinas Budpora Kabupaten Sukabumi Direktorat Kebudayaan. "Masih dalam tahap penelitian dan pengkajian. Belum ditetapkan jadi Kawasan Cagar Budaya karena Sukabumi belum punya tim ahli Cagar Budaya.  Hampir semua tinggalan arkeologi di Sukabumi belum ditetapkan jadi cagar budaya karena hal ini," sambungnya.

Karena sudah diajukan resmi oleh pemerintah daerah, sambung Tedi sesuai UU RI No 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya pasal 31 ayat 5 bahwa saat ini tidak boleh diubah apalagi dirusak. "Selama proses pengkajian, benda, struktur, bangunan, atau hasi penemuan atau yang didaftarkan, dilindungi dan diperlakukan Sebagai cagar budaya. Jadi pidananya pun berlaku," pungkasnya.


Editor
Halaman :
BERITA TERPOPULER
Berita Terkini
x