TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
bankbjb

Kisah KH Ahmad Sanusi Gunungpuyuh Pernah Berguru di Pesantren Sukaraja Sukabumi

Penulis
Rabu 7 Sep 2022, 11:02 WIB

Bupati Sukapura ke-3 yaitu Raden Aria Wiradadaha-III alias Raden Anggadipa mempunyai anak yang salah satunya bernama Raden Somanagara, lalu menikah dan mempunyai anak yang salah satunya bernama Raden Natadimanggala, lalu menikah dan mempunyai anak yang salah satunya bernama Raden Raksawidjaja, lalu menikah dan mempunyai anak yang bernama Raden Ahmad, lalu menikah dan mempunyai anak yang bernama Raden Ilham, lalu menikah dan mempunyai anak yang bernama Raden Moedram, Raden Mudram menikah dengan Nyai Raden Siti Kabumen lalu mempunyai anak Raden Adibrata, Raden Adibrata menikah dengan Nyai Raden Ratna Komala lalu memiliki anak 7 (tujuh) orang, salah satunya bernama Raden Sulaeman Sukantabrata dan Raden Mukti Sumartabrata.

Diketahui sebagian Kitab suci Al-Quran tulisan tangan dan kitab-kitab tulisan tangan Raden Adibrata, Ajengan Sulaeman Sukantabrata serta silsilah asal-usul keturunannya juga foto-fotonya masih ada dan tersimpan rapi di keturunan-keturunannya, meskipun sebagian ada yang hilang. Kitab-kitab yang ditulis tangan tersebut ialah tahun 1800 sampai 1889 ditulis dikertas yang memiliki tanda air/watermark lambang Kerajaan Belanda berbentuk bulat, watermark bergambar Singa dan Ksatria Pro Patria, Pedati dan lain-lain. Meskipun ada juga yang ditulis di kertas biasa tanpa menggunakan watermark. 

Kitab-kitab Mukhtasor (Ringkasan) tersebut berisikan ilmu Tauhid, Fiqih, Tasawuf, Ilmu bercocok tanam dengan bacaan doa-doa ketika menebar benih, membajak sawah, tandur, hingga memanen padi. 

Ada pula kisah Raden Kian Santang dengan Prabu Siliwangi yang keseluruhannya berbahasa sunda dengan huruf arab pegon dan cacarakan Sunda. Hanya ada satu Kitab yang berbahasa Jawa halus yang mengisahkan 25 Nabi dan Rasul ditulis dengan huruf arab pegon. Mungkin kitab-kitab inilah yang dipelajari oleh KH Ahmad Sanusi ketika menuntut ilmu di pesantren Ajengan Sulaeman di Sukaraja Sukabumi. 

Pada akhir tulisan ini penulis menduga bahwa hubungan antara Ajengan Sulaeman dan KH Ahmad Sanusi bukan hanya sebatas hubungan kyai dengan santrinya saja, tetapi memiliki kaitan kekerabatan yaitu sama-sama keturunan Bupati Sukapura Tasikmalaya, namun hal itu memerlukan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan semua pihak yang terkait. Tetapi bila diteliti dari biografinya, KH Ahmad Sanusi merupakan keturunan Syekh Abdul Muhyi Pamijahan yang merupakan guru dari Bupati Sukapura Dalem Wiradadaha. 

Adapun asal mula leluhur Ajengan Sulaeman Sumartabrata adalah Raden Ahmad yang pada tahun 1623 diperintahkan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo melalui Raden Wirawangsa yang masih kerabat Sultan Agung (kelak Raden Wirawangsa ini menjadi Bupati Sukapura pertama yang bergelar Wiradadaha-1 ditahun 1632 yang kekuasaannya meliputi wilayah Priyangan sampai Sukabumi). 

Raden Ahmad diperintah  untuk membuka perkampungan baru (Ngababakan) disekitar daerah yang terdapat Batu Nangtung atau Menhir di pinggir sungai Cimuncang yang sekarang ini dikenal dengan nama Kampung Tugu Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi, dalam rangka menggalang pasukan dan mengumpulkan bahan makanan untuk persiapan menyerang VOC di Batavia pada tahun 1627 dan tahun 1629 melalui jalur selatan Jawa Barat. Selanjutnya wilayah Sukaraja dijadikan sebagai pusat penyebaran agama islam hingga ke pesisir pantai selatan bekas wilayah Kerajaan Pajajaran tersebut.

Referensi: 

1. Artefak dan dokumen Keluarga besar Raden Adibrata.

2. Wawancara dengan keluarga besar R.Adibrata, R.Sulaeman Sukantabrata dan R.Mukti Sumartabrata. 


Halaman :
BERITA TERPOPULER
Berita Terkini
x