TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
bankbjb

Sejarah Perayaan Maulid Nabi Muhammad, Peringatan Besar Setiap 12 Rabiul Awal

Kamis 6 Okt 2022, 18:30 WIB

Kemudian, pada masa Dinasti Abbasiyah banyak terjadi pembaruan pemikiran pada semua sektor kehidupan. 

Mulai dari perkembangan ilmu-ilmu pengetahuan umum, arsitektur, sampai dengan situs-situs bersejarah.

Khaizuran menjadi salah satu orang yang memiliki perhatian besar terhadap Nabi Muhammad beserta dengan situs-situs sejarah peninggalan Nabi Muhammad

Selain itu, ia juga memprakarsai penghormatan kepada kelahiran Rasulullah SAW. 

Kemduian, dalam catatan sejarah lain juga menyebut bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar pada masa Dinasti Ayyubiyah di abad ke-10 Masehi. 

Tujuan digelarnya peringatan ini yaitu untuk memicu semangat dalam mencontoh pribadi Nabi. Saat itu, kondisi umat Islam sedang terpuruk akibat terjadinya gempuran Pasukan Salib. Sehingga membuat semangat tempur pasukan Islam melemah. 

Lalu sosok Shalahuddin sebagai seorang sultan sekaligus panglima perang menggembleng atau mengajak kembali semangat Pasukan Islam untuk berperang melawan Pasukan Salib. Saat itulah perayaan Maulid Nabi dianggap sebagai tonggak daro kebangkitan umat Islam.

Sampai saat ini di banyak negara yang mayoritas penduduknya Muslim, termasuk di Indonesia akan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berbagai tradisi unik yang berbeda.

Di Indonesia sendiri, terdapat kebiasaan masyarakat dalam memperingati Maulid Nabi. Seperti di Kediri yang memiliki ritual berebut uang koin yang akan dilaksanakan di dalam masjid pada saat sore atau malam Maulid Nabi.  

Contoh lainnya yaitu Grebeg Maulud yang biasanya akan diadakan di lingkungan Keraton Yogyakarta. Grebeg Maulud merupakan upacara dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. 


Halaman :
BERITA TERPOPULER
Berita Terkini
x