Orang Indonesia Gunakan Smartphone Rata-Rata 5,5 Jam per Hari

Selasa 18 Januari 2022, 09:48 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Orang Indonesia memiliki rataan penggunaan smartphone 5,5 jam per hari, jauh di atas rata-rata penggunaan di dunia yakni 4,8 jam. Hal tersebut diungkapkan oleh Organisasi riset aplikasi, App Annie.

Melansir suara.com, App Annie mengatakan orang di dunia, sepanjang 2021, menghabiskan waktu sekitar 3,8 triliun jam untuk menggunakan smartphone. Ini terungkap dalam laporan firma tersebut yang bertajuk State of Mobile in 2022.

photoSmartphone. - (IST)

Jika dilihat dari grafik App Annie, orang Indonesia menghabiskan hampir 5,5 jam sehari untuk menggunakan smartphone. Indonesia bergabung dengan Brazil dan Korea Selatan sebagai negara yang menghabiskan waktu di smartphone melebihi lima jam dalam sehari.

Baca Juga :

Orang Indonesia Masuk 10 Besar Dunia, Paling Lama Gunakan Ponsel per Hari

Theodore Krantz selaku CEO App Annie mengatakan, smartphone adalah salah satu perangkat terhebat sepanjang masa. Smartphone juga diprediksi bakal menjadi perangkat masa depan.

"Layar besar perlahan-lahan mati karena mobile terus memecahkan rekor di hampir setiap kategori, mulai dari jumlah waktu yang dihabiskan, unduhan, hingga pendapatan," kata Krantz, dikutip dari suara.com..

Selain itu, App Annie juga mengungkap seluruh masyarakat global menghabiskan 170 miliar dolar AS atau Rp 2.435 triliun untuk aplikasi selama 2021. Angka ini meningkat 19 persen dari tahun sebelumnya.

Peningkatan terbesar muncul pada pengeluaran konsumen untuk aplikasi kencan sebesar 4,2 miliar dolar AS (Rp 60,1 triliun) atau meningkat 55 persen dari 2019. Di bawahnya ada aplikasi makanan dan minuman dengan peningkatan tahunan 50 persen.

Dalam hal keterlibatan pengguna, TikTok turut masuk ke daftar bersamaan dengan aplikasi milik Meta seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram. TikTok dan Facebook sama-sama mencatat 19,6 jam rata-rata pemakaian per bulan selama 2021.

Akan tetapi, TikTok memiliki jumlah pertumbuhan luar biasa. Sebab pada 2020, TikTok hanya digunakan sekitar rata-rata 13,3 jam setiap bulannya.

App Annie menambahkan, 2021 adalah tahun yang luar biasa untuk kejayaan smartphone. Faktor utama peningkatan ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19 pada 2020 yang membuat masyarakat terbiasa beralih ke online.

 

SUMBER: SUARA.COM

 

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkini
Sukabumi20 April 2024, 00:14 WIB

Usai Lebaran, Pasien Membludak di RSUD Palabuhanratu Sukabumi

Humas RSUD Palabuhanratu Sukabumi sebut pasien yang datang rata-rata mengeluhkan penyakit demam, pencernaan, metabolik, serta penyakit dalam.
Kondisi di sekitar IGD RSUD Palabuhanratu Sukabumi, Jumat (19/4/2024). (Sumber : SU/Ilyas)
Sukabumi Memilih19 April 2024, 23:48 WIB

Yudi Suryadikrama Respon Perundingan Kebonpedes Soal Dukungan Maju Pilkada Sukabumi

Ketua DPC PDIP Kabupaten Sukabumi, Yudi Suryadikrama merespon pernyataan sejumlah kader partai yang memintanya untuk maju dalam kontestasi Pilkada Sukabumi 2024.
Yudi Suryadikrama Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi | Foto : Ibnu Sanubari
Keuangan19 April 2024, 23:24 WIB

Upaya Bapenda Sukabumi Mudahkan Layanan Perpajakan Bagi Wajib Pajak di Desa

Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi Herdy Somantri mengatakan inovasi tersebut menekankan pentingnya integrasi sistem administrasi pajak daerah dari tingkat desa hingga kabupaten.
Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi Herdy Somantri. | Foto: SU/Ilyas (Sumber : SU/Ilyas)
DPRD Kab. Sukabumi19 April 2024, 22:01 WIB

DPRD Minta Bakesbangpol Usut Penyebab Meninggalnya Peserta Seleksi Paskibraka Sukabumi

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Hera Iskandar turut berbelasungkawa atas meninggalnya Kayla Nur Syifa saat mengikuti seleksi Paskibraka.
Jenazah siswi SMAN Negeri 1 Cisaat saat akan diberangkatkan dari RSUD Palabuhanratu menuju rumah duka di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/4/2024). | Foto: SU/Ilyas Supendi
Opini19 April 2024, 21:44 WIB

Menjadi Lelaki Berkualitas: Inspirasi dari Kartini

Sosok Kartini, seorang pejuang kesetaraan gender dari Indonesia pada abad ke-19, memberikan pandangan yang menarik dan relevan, bukan saja bagi perempuan, bahkan bagi kaum laki-laki masa kini.
Dr. Ari Riswanto, M.Pd., MM / Dosen Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi/Pengurus DPW Forum shilaturahmi Doktor Indonesia | Foto : Sukabumi Update
Sukabumi19 April 2024, 21:08 WIB

Dinsos Sukabumi Salurkan Program Makan Untuk Lansia Di Tegalbuleud Sukabumi

Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, bantu salurkan program bantuan makanan bagi lanjut usia (Lansia), yang merupakan program Kemensos RI.
Program makan bagi lansia di Tegalbuleud Sukabumi | Foto : Ragil Gilang
Sukabumi19 April 2024, 21:04 WIB

Kronologi dan Dugaan Penyebab Meninggalnya Siswi Sukabumi saat Ikut Tes Seleksi Paskibraka

Berikut kronologi dugaan penyebab meninggalnya Kayla Nur Syifa Siswi Sukabumi peserta seleksi Paskibraka.
Suasana rumah duka Kayla Nur Syifa di Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/4/2024). | Foto: SU/Asep Awaludin
Life19 April 2024, 20:29 WIB

5 Penjelasan Kenapa Seseorang Mudah Menangis Tanpa Sebab

Ketika seseorang menangis tanpa alasan yang jelas, hal itu seringkali dapat menjadi pengalaman yang membingungkan dan membuat frustrasi.
Kenapa seseorang mudah menangis tanpa sebab | Foto : pixabay/jouycristoo
Sukabumi19 April 2024, 20:11 WIB

Ratusan Buruh Garmen di Cicurug Sukabumi Demo Tuntut Perusahan Bayar Gaji

Ratusan buruh pabrik garmen berdemonstrasi di depan halaman PT Indo Garment Lestari (IGL) tepatnya di Kampung Bojong Pereng, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/4/2024).
Sejumlah buruh pabrik garmen melakukan aksi demo di depan halaman PT IGL | Foto : Ibnu Sanubari
Sukabumi19 April 2024, 20:05 WIB

Cita-citanya Polwan, Orang Tua Terpukul Kehilangan Kayla Siswi Peserta Paskibraka Sukabumi

Orang tua Kayla Nur Syifa peserta seleksi Paskibraka Kabupaten Sukabumi yang meninggal punya cita-cita jadi Polwan.
Orang tua Kayla Nur Syifa peserta Paskibraka Kabupaten Sukabumi yang meninggal saat diwawancarai sukabumiupdate.com di rumah duka (Sumber : SU/Asep Awaludin)