Minggu, 19 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

DPC GSBI Sukabumi: UMK Tahun 2018 Dipastikan Naik 8,71 Persen
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia


Cabai Rawit Rp80 Ribu per Kilogram di Pasar Surade Kabupaten Sukabumi

Senin, 13 Maret 2017 - 19:03:07 WIB


Cabai Rawit Rp80 Ribu per Kilogram di Pasar Surade Kabupaten Sukabumi
© Ragil Gilang
Pedagang Pasar Tradisional Surade.

SUKABUMIUPDATE.com - Harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kecamatan Surade, alami fluktuasi harga semenjak lima bulan terakhir ini. Pedagang sayur-mayur, Nina (40) kepada sukabumiupdate.com, Senin (13/3), menyebutkan, komoditi paling mahal di wilayah itu yakni cabai rawit hijau dengan harga Rp80 ribu per kilogram.

Sedangkan bawang merah dan bawang putih Rp40 ribu/kg, cabai merah Rp40 ribu/kg, cabai hijau Rp30 ribu/kg, bawang daun Rp12 ribu/kg, dan wortel Rp12 ribu/kg.

“Kalau kol per kilonya delapan ribu Rupiah, kentang 15 ribu Rupiah, tomat sepuluh ribu Rupiah, dan mentimun enam ribu Rupiah per kilogram,” terangnya.

BACA JUGA:

Cabai Jablay di Pasar Cibadak Kabupaten Sukabumi Kalahkan Daging Sapi

Tingginya Harga Cabai di Kabupaten Sukabumi Dipengaruhi Rantai Tata Niaga

Di Pasar Cibadak Rp120 Ribu/Kg, Ini Harga Cabai Rawit di Petani Kabupaten Sukabumi

Terjadinya fluktuasi harga ini, kata Nina, angka penjualan menurun drastis. Biasanya bisa menjual cabe sekitar 20 kilogram per hari, saat ini hanya bisa menjual lima kilogram saja. “Konsumen sering komplain. Kami tak tahu harus bagaimana, karena kami juga membeli komoditi itu dengan harga mahal,” jelas dia.

Sementara seorang konsumen, Dede (30) warga Sindangjaya RT 11/12, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, mengaku tak bisa berbuat banyak soal kenaikan harga ini. Karena butuh ujar dia, terpaksa membeli, namun tidak dengan jumlah banyak. “Sebaiknya pemerintah menurunkan harga cengek lah. Cabe rawit dibilang butuh tidak, dibilang tidak memang perlu,” katanya.

Reporter: RAGIL GILANG
Redaktur: RONY M SAMOSIR
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar