Minggu, 24 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Polisi Tangkap Pembunuhan Sadis Egi Adi Wiguna Warga Cibatu Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Sadis, Warga Cibatu Kabupaten Sukabumi Tewas Penuh Luka Tusuk
Dianiaya, Pemuda Asal Tipar Kota Sukabumi Tewas Mengenaskan
Ini Kronologi Penganiayaan Warga Tipar Kota Sukabumi Hingga Tewas
Mengaku Kesal Sering Dipalak, Kakak Beradik Ini Bunuh Warga Cibatu Kabupaten Sukabumi
Biadab, Bapak Bejad Asal Warungkiara Kabupaten Sukabumi Tega Gagahi Dua Anak Kandung Sejak Kelas IV SD Hingga Melahirkan
Lagi, Pantai Citepus Kabupaten Sukabumi Telan Korban Jiwa
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK


Warga Pondokaso Landeuh Otak Pembuat Upal Dibekuk Polsek Parungkuda

Rabu, 24 Agustus 2016 - 20:21:29 WIB


Warga Pondokaso Landeuh Otak Pembuat Upal Dibekuk Polsek Parungkuda
© FALAH KR/Kontributor
Uang setengah jadi pecahan Rp10 ribu.

SUKABUMIUPDATE.COM - Selang lima jam setelah menangkap dua tersangka pengedar uang palsu (upal), jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Parungkuda, Kabupaten Sukabumi menangkap otak pembuatan uang palsu (upal) berinisial YD (35) di rumahnya di Kampung Cikukulu, Desa Pondokaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Rabu (24/8), malam sekitar pukul 19.00 WIB. 

Pelaku yang kini mendekam di sel Mapolsek Parungkuda, dan tengah dimintai keterangan terkait pembuatan upal tersebut. Selain itu, polisi juga menyita barang bukti alat yang digunakan untuk mencetak upal tersebut seperti satu unit laptop, printer, 253 lembar upal setengah jadi pecahan Rp10 ribu, sembilan lembar kertas benang, satu botol tinta, satu buah cutterdouble tips dan tiga buah penggaris.

Tersangka YD mengaku, sudah dua bulan membuat upal ini dengan menghabiskan dua rim kertas untuk mencetak upal tersebut, dan ia sudah memperoleh Rp4 juta dari hasil kejahatannya itu.

"Saya membeli kertas HVS ini Rp35 ribu, kemudian proses pemasangan benang, lalu di-print menjadi uang palsu," aku YD.

Saat ditanya mengapa mencetak upal dengan nominal kecil, YD mengaku upal dalam pecahan kecil lebih mudah diedarkan, seperti dengan cara membeli rokok, makanan, atau minuman. 

"Saya mendapatkan keuntungan dari kembalian dan barang yang saya beli," tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Parungkuda Kompol Dede Suharja mengatakan, pelaku memang spesialis pembuat upal dan ternyata aksinya ini sudah dilakukan selama dua bulan terakhir.

"Kami jerat tersangka dengan UU nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman penjara maksimal, seumur hidup," katanya.

Ingin tahu berita sebelum klik: http://sukabumiupdate.com/berita-ini-alasan-kedua-tersangka-edarkan-upal-di-parungkuda.html dan http://sukabumiupdate.com/berita-polsek-parungkuda-tangkap-pengedar-upal-pecahan-rp10-ribu.html

Reporter: FALAH KR/Kontributor
Redaktur: AA ROHMAN
Penyunting: KHOLFI AULADI
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:

Berikan Komentar