Minggu, 19 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Ribuan Buruh di Parungkuda Dibubarkan, Ternyata Ini Alasannya
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi


Warga Pondokaso Landeuh Otak Pembuat Upal Dibekuk Polsek Parungkuda

Rabu, 24 Agustus 2016 - 20:21:29 WIB


Warga Pondokaso Landeuh Otak Pembuat Upal Dibekuk Polsek Parungkuda
© FALAH KR/Kontributor
Uang setengah jadi pecahan Rp10 ribu.

SUKABUMIUPDATE.COM - Selang lima jam setelah menangkap dua tersangka pengedar uang palsu (upal), jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Parungkuda, Kabupaten Sukabumi menangkap otak pembuatan uang palsu (upal) berinisial YD (35) di rumahnya di Kampung Cikukulu, Desa Pondokaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Rabu (24/8), malam sekitar pukul 19.00 WIB. 

Pelaku yang kini mendekam di sel Mapolsek Parungkuda, dan tengah dimintai keterangan terkait pembuatan upal tersebut. Selain itu, polisi juga menyita barang bukti alat yang digunakan untuk mencetak upal tersebut seperti satu unit laptop, printer, 253 lembar upal setengah jadi pecahan Rp10 ribu, sembilan lembar kertas benang, satu botol tinta, satu buah cutterdouble tips dan tiga buah penggaris.

Tersangka YD mengaku, sudah dua bulan membuat upal ini dengan menghabiskan dua rim kertas untuk mencetak upal tersebut, dan ia sudah memperoleh Rp4 juta dari hasil kejahatannya itu.

"Saya membeli kertas HVS ini Rp35 ribu, kemudian proses pemasangan benang, lalu di-print menjadi uang palsu," aku YD.

Saat ditanya mengapa mencetak upal dengan nominal kecil, YD mengaku upal dalam pecahan kecil lebih mudah diedarkan, seperti dengan cara membeli rokok, makanan, atau minuman. 

"Saya mendapatkan keuntungan dari kembalian dan barang yang saya beli," tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Parungkuda Kompol Dede Suharja mengatakan, pelaku memang spesialis pembuat upal dan ternyata aksinya ini sudah dilakukan selama dua bulan terakhir.

"Kami jerat tersangka dengan UU nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman penjara maksimal, seumur hidup," katanya.

Ingin tahu berita sebelum klik: http://sukabumiupdate.com/berita-ini-alasan-kedua-tersangka-edarkan-upal-di-parungkuda.html dan http://sukabumiupdate.com/berita-polsek-parungkuda-tangkap-pengedar-upal-pecahan-rp10-ribu.html

Reporter: FALAH KR/Kontributor
Redaktur: AA ROHMAN
Penyunting: KHOLFI AULADI
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:

Berikan Komentar